Mau Beli Rumah Baru? Perhatikan 5 Hal Ini Terlebih Dahulu!

Mau Beli Rumah Baru? Perhatikan 5 Hal Ini Terlebih Dahulu!

Mau Beli Rumah Baru? Perhatikan 5 Hal Ini Terlebih Dahulu!

Membeli rumah melalui pengembang properti atau developer saat ini masih menjadi pilihan yang paling banyak diminati masyarakat. Pasalnya, prosesnya lebih mudah dan praktis dibandingkan jika kamu harus mencari sendiri lahan, membangun dan bahkan mengawasi proses pembangunan yang bisa jadi memakan waktu berbulan-bulan. Belum lagi direpotkan masalah surat perizinan serta dana besar yang harus disiapkan.

Selain proses jual beli yang lebih praktis, membeli rumah melalui developer juga memungkinkan kamu untuk mengajukan cicilan kredit (KPR) kepada bank, tentunya dengan jumlah cicilan per bulan sesuai dengan kemampuan finansial.

Meski demikian, dibalik semua kemudahan tersebut ada risiko yang harus kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Ada banyak kasus penipuan yang dilakukan oleh developer yang sangat merugikan pembeli.

Nah, sebelum hal itu terjadi, perhatikan 5 poin berikut ini sebelum membeli rumah, ya!

1. Lokasi Perumahan

Sebelum membeli, sebaiknya survey lokasi rumah yang hendak kamu beli. Biasanya, harga rumah yang rendah terletak cukup jauh dari pusat kota.

Sebenarnya hal tersebut tidak jadi masalah selama akses transportasinya memadai dan dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah atau rumah sakit.

Perhatikan apakah lokasi rumah dekat dengan jalan utama dan apakah ada transportasi umum yang melintas disekitarnya.

Kemudian yang tidak kalah penting adalah mengetahui apakah lokasi rumah bebas banjir serta seberapa jauh lokasi rumah dengan tempat kerja.

Perlu diingat bahwa kamu akan menempati rumah tersebut dalam jangka waktu yang panjang, maka jangan sampai menyesal di kemudian hari.

2. Spesifikasi Bangunan

Developer biasanya akan mencantumkan spesifikasi bangunan secara detil pada brosur perumahan yang mereka bagikan kepada calon pembeli. Meski demikian, kamu sebaiknya tetap mengecek kondisi rumah secara langsung.

Perhatikan spesifikasi bangunan yang ditawarkan, misalnya jenis material rangka atap atau material dinding yang digunakan. Pastikan developer menggunakan bahan bangunan berkualitas untuk memastikan struktur bangunan kokoh dan tahan lama.

Jangan lupa pula mengecek saluran air dan listrik pada rumah tersebut.

3. Reputasi Developer

Jika kamu hendak membeli rumah real estate, sebaiknya cari tahu dulu tentang reputasi pengembang atau Developer rumah yang diminati. Pastikan developer memiliki reputasi yang baik, berpengalaman dan memiliki track record penjualan yang baik.

Sementara bagi pengembang baru, sebaiknya hindari membeli rumah dalam bentuk gambar rumah atau pre project selling. Setidaknya fisik bangunan sudah jadi 50% atau sudah siap huni untuk menghindari penipuan.

4. Cek Surat Perizinan

Untuk menghindari penipuan, sebaiknya cek kembali dokumen administrasi dan perizinan pembangunan proyek perumahan. Pada kasus yang seringkali terjadi, pembeli tak kunjung menerima sertifikat rumah padahal pembeli sudah melunasi pembayaran.

Hal ini dikarenakan sertifikan induknya belum dipecah oleh pihak pengembang dan masih diagunkan di bank. Maka sebaiknya pilih rumah yang sertifikatnya sudah dipecah. Selain itu, pastikan apakah harga rumah sudah mencakup biaya administrasi seperti biaya Akta Jual Beli (AJB) atau biaya Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), BPHTB dan PPN 10%.

5. Fasilitas Umum yang Ditawarkan

Bagi sebagian orang, perumahan yang dilengkapi dengan fasilitas umum seperti tempat ibadah, kolam renang, taman bermain (playground) dan sekuriti, menjadi hal yang sangat penting. Meski demikian, harga rumah yang dilengkapi dengan fasilitas publik tentu berbeda dengan harga jual perumahan standar. Ada biaya-biaya tambahan yang akan dibebankan setiap bulannya sebagai biaya maintance.

Membeli rumah baru saat ini sudah semakin mudah dan praktis. Kamu bahkan bisa memilih lokasi dan model rumah melalui penyedia jasa properti atau bahkan dari iklan yang beredar di media sosial. Namun tetap saja, jangan terburu-buru memilih rumah tanpa mensurvey atau membandingkannya dengan perumahan lain. Pertimbangkan secara matang kelima poin diatas agar tidak ada penyesal di kemudian hari.

Tips-tips di atas juga bisa banget kamu gunakan jika kamu ingin membeli rumah baru, nih, Sobat! Nah, kalau kamu yang mau pindahan rumah, serahkan semuanya kepada Pilar! Kamu bisa banget menggunakan jasa Pilar sebagai sobat pindahan kamu yang akan menjaga perabotan rumahmu tetap aman sampai rumah barumu. Jadi, tunggu apa lagi? Mau pindahan? Ingat selalu Pilar, ya!

Lebih Baik Rumah Subsidi atau Komersil? Cari Tau Jawabannya Disini!

Lebih Baik Rumah Subsidi atau Komersil? Cari Tau Jawabannya Disini!

Lebih Baik Rumah Subsidi atau Komersil? Cari Tau Jawabannya Disini!

Contoh Rumah Komersil

Kamu generasi milenial dan mau beli rumah? Tapi masih bingung antara beli rumah komersil atau rumah subsidi? Daripada bingung, lebih baik kamu baca artikel ini terlebih dahulu agar kamu mendapatkan jawabannya.

Memiliki sebuah rumah di usia muda merupakan mimpi banyak orang. Sayangnya, mimpi ini tidak mudah digapai. Banyak rintangan yang menghalang, seperti harga rumah melambung dan unitnya yang habis diborong orang. Salah satu solusi mendapatkan rumah dikala masih muda adalah dengan memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemerintah.

Ya, demi memudahkan masyarakat, pemerintah telah meluncurkan program rumah subsidi yang sudah berjalan dari tahun 2010. Program tersebut dikenal dengan nama Fasiltas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, atau FLPP. Program FLPP bisa dimanfaatkan bagi para masyarakat muda yang berniat memiliki rumah.

Contoh Rumah Subsidi

Yang menjadi pertanyaan adalah:

  1. Bagaimana dengan rumah komersil biasa?
  2. Jika dibandingkan dengan rumah subsidi, apakah lebih baik dan menguntungkan?

Secara singkat, rumah komersil adalah hunian yang dibangun oleh pengembang dengan fasad seragam. Perbedaan juga terlihat pada skema jual beli rumah. Dalam skema FLPP, milenial yang mendaftarkan diri akan mendapatkan bunga kredit tetap sampai akhir masa tenor. Hal ini berbeda dengan skema rumah komersil yang mengikuti naik turun perkembangan suku bunga perbankan (BI).

Untuk lebih memudahkan keputusan kamu, mari kita bagi perbedaan rumah komersial dan subsidi dari 3 segi.

1. Segi Bangunan

Apabila kamu mencari rumah berukuran luas, kamu mungkin akan lebih menyukai rumah komersial. Ukuran rumahnya jauh lebih luas dari rumah subsidi yang biasanya tidak lebih dari 33 m2. Selain itu, kualitas bangunan pun berbeda.

Rumah subsidi cenderung membutuhkan renovasi tambahan agar layak huni, sedangkan rumah komersial sudah siap huni.

Perlu diketahui, untuk kamu yang memilih rumah subsidi, jangan langsung berpikir bisa direnovasi, ya. Pasalnya, tidak semua rumah subsidi bisa dirombak sesuai keinginan. Di beberapa daerah, pemerintah melarang pembangunan rumah subsidi demi menjaga kerapian tata ruang dan tampilan kompleks.

2. Segi Peruntukan

Saat bertanya lebih baik rumah subsidi atau komersil, kamu juga perlu memikirkan segi peruntukannya. Rumah subsidi dibangun khusus untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Apabila budget yang kamu miliki seret, ada baiknya jika kamu memilih rumah subsidi saja. Ini merupakan pilihan yang lebih tepat mengingat gaji para milenial yang berada di sekitar Rp5-8 juta.

Namun, jika kamu memiliki anggaran membeli rumah yang lebih, rumah komersial bisa menjadi pilihan terbaik untuk kamu.

3. Segi Harga

Sebelumnya kita membahas mending rumah subsidi atau komersil dari segi peruntukan pembuatan. Hal tersebut bersangkut paut dengan dana yang kita punya untuk membeli rumah.

Dengan kualitas pembangunan yang jauh berbeda, kedua jenis rumah ini memiliki jarak harga yang terpaut jauh berbeda.

Mengutip Keputusan Menteri PUPR Nomor 242/KPTS/M/2020 lewat artikel Kontan, harga rumah subsidi berada di Rp100 jutaan.

Setelah membaca artikel di atas, apakah kamu sudah menentukan, lebih memilih rumah subsidi atau komersial? Jangan lupa untuk sesuaikan dengan budget yang kamu miliki ya!

Nah, jika kamu sudah berhasil menentukan untuk memilih antara rumah subsidi atau komersil dan akan melakukan pindahan, kamu nggak perlu bingung, karena ada Pilar disini! Pilar bisa menjadi sobat pindahan kamu dan juga bisa membantu kamu dalam menjaga perabotan rumah kamu tetap aman. Tidak perlu khawatir, kalau mau pindah rumah, ingat Pilar aja!